Sunday, 24 December 2017

√ Belajar Menulis / Tips & Cara Menjadi Penulis yang Baik

Belajar menulis atau cara menjadi penulis yang baik sebenarnya sangat erat kaitannya dengan media publikasi dari apa yang kita tulis. Cara menjadi penulis artikel blog atau konten online tentu saja sangat berbeda dengan menjadi seorang penulis buku, majalah, koran ataupun media massa lainnya jika dilihat dari segi tehnik. Meskipun antara penulis konten online dengan penulis buku terdapat perbedaan dari sisi tehnik, tentu ada prinsip dasar yang harus dijadikan acuan untuk menjadi seorang penulis hebat terlepas apakah anda belajar untuk menjadi penulis konten online ataukah menjadi seorang penulis buku. Apa saja prinsip dasar tersebut? berikut ini adalah beberapa tips sebagai langkah awal untuk menjadi seorang penulis yang hebat

1.    Perencanaan
Perencanaa merupakan proses dari mencari ide,memikirkan fokus dari tulisan Anda dan menuangkan apa yang akan Anda inginkan dari para pembaca tulisan Anda. Tulis apa yang Anda ketahui,bisa dari bidang studi yang Anda kuasi agar pembaca tahu apakah Anda mengerti apa yang Anda katakan dalam tulisan Anda atau Anda hanya menuliskan daftar fakta-fakta yang Anda ambil dari referensi Anda. Titik beratkan talenta Anda untuk menjadi seorang ahli atau penguasa di bidang studi pilihan Anda,titik beratkan gagasan Anda pada topik yang telah Anda pilih

2.    Pembentukan dan penataan
Dalam menulis,kita akan memiliki proses dan pola berpikir yang berbeda dari penulis lainnya, namun cara berpikir itu harus dituangkan dalam sebuah urutan logis yang dapat dimengerti pembaca yang mana urutannya sebagai berikut :
  • Urutan klimaktik (clicmatic order), mulai dari hal yang kurang penting dan dibangun sampai pada hal terpenting.
  • Urutan kronologis (chronological order), mengalir seturut rangkaian waktu.
  • Urutan spasial (spatial order), mengacu pada lokasi fisik.

Tentukan peran yang akan Anda mainkan dalam tulisan kemudian atur bahan-bahan Anda secara efektif, namun dengan gaya yang orisinil yang menyatakan minat dan bakat Anda kepada pembaca
3.    Penulisan draf
Setelah ide-ide terkumpul dan membentuk gaya penyajian yang sesuai dan memiliki gaya orisinil dari diri Anda, susunlah kalimat ke dalam bentuk paragraf. Buatlah setiap kalimatnya yang sempurna yang mampu menyampaikan informasi kepada pembaca dalam bentuk pemikiran yang orisinal. Tujuan dari penyusunan draf adalah memberikan anda sebuah kebebasan untuk menentukan dan mengembangkan kata,biarkan semua itu mengalir saat pembuatan kalimat hingga menjadi paragraf. Bagian ini adalah sebuah langkah maju. Jangan menatap sebuah halaman kosong, karena penyusunan draf tidak harus sempurna, itulah mengapa mereka menyebutnya dengan istilah draf awal. Jangan hiraukan ejaan dan tata bahasa pada draf-draf awal dan biarkan kata-kata mengalir dari pikiran Anda

4.    Revisi
Salah satu bagian terpenting dalam menulis adalah revisi. Kembalilah dan evaluasi draf Anda. Tulis ulang draf Anda dengan menambahkan, memotong, mengganti, dan memindahkan tulisan-tulisan pada draf agar lebih jelas. Untuk merevisi secara efektif, evaluasilah apa yang telah Anda tulis

Putuskan di mana Anda harus menambah informasi atau menyisipkan kata-kata. Temukan tulisan-tulisan yang tidak berguna dan menyimpang atau mungkin Anda ingin mengganti kata yang lebih mendalam untuk menguatkan makna dari ide pokok yang ingin Anda sampaikan,tetapi kata yang Anda gunakan jangan terlalu sulit atau terlalu dalam maknanya jika tulisan yang Anda buat bukan sebuah puisi

Tetaplah fokus pada topik Anda dan ganti kata-kata lama dengan kata-kata baru, khususnya ketika Anda menemukan kata yang terus-menerus diulang. Pindahkan bahan-bahan Anda atau ubah urutan paragraf jika materi Anda tidak tersaji dalam urutan yang logis

5.    Pengendapan dan menyunting
Yang sering kali dilewatkan penulis adalah proses menyunting ini. Para penulis cukup puas dengan langkah terakhir revisi, jadi mereka tidak meluangkan waktu ekstra untuk menyunting tulisan dan kebenaran teknis mekanisnya. Menyunting butuh waktu lebih dan lakuknlah secara perlahan dan jangan terlalu cepat, agar Anda tidak melewatkan fakta bahwa pesan dalam tulisan Anda tidak tersampaikan dengan efektif

Untuk benar-benar menyunting tulisan secara efektif, berpikirlah tulisan Anda sudah terbentuk saat melakukan revisi,lalu mulailah melakukan aktifitas lain. Ini adalah proses pengendapan dengan tujuan saat Anda memulai menyunting,Anda terbentuk sebagai pembaaca bukan sebagai penulis. Begitu terdapat waktu yang lebih,kembalilah pada tulisan anda,di situlah Anda akan terkejut melihat betapa banyak kesalahan yang terlewatkan oleh mata Anda,karena pada proses ini Anda akan memperhatikan tata bahasa, ejaan, tanda hubung, tanda koma, tanda titik koma, tanda baca, huruf kapital, huruf miring, nomor, dan singkatan,atau mungkin kata yang sangat tidak tepat berada pada sebuah kalimat yang Anda buat sehingga membuat inti pada setiap paragraf menjadi abstrak

6.    Baca akhir
Baca akhir ini adalah proses finishing setelah melewati beberapa filterisasi berupa revisi dan menyunting, dan proses ini berbeda dengan menyunting apalagi revisi. Proses ini untuk memastikan bahwa hasil akhir tulisan Anda akurat dan bersih. Kebanyakan program pengolah kata memiliki "spell checker", namun periksalah lagi bahwa Anda telah menngunakan kata yang benar.

Artikel Terkait