Sunday, 24 December 2017

√ Cara Membuat / Menulis Cerpen Yang Baik Dan Menarik

Salah satu karya tulis yang bisa dicoba untuk menuangkan ide, imajinasi dan juga sekaligus untuk mengasah kemampuan menulis anda adalah melalui cerita pendek (Cerpen). Bagaimana
cara membuat cerpen yang baik dan menarik khususnya bagi kita yang baru saja menekuni dunia menulis?. Secara garis besar, pada pembahasan cara menulis cerpen ini hampir sama dengan apa yang sudah saya paparkan di artikel sebelumnya yang dapat anda baca di belajar menjadi penulis, namun ada beberapa hal yang akan saya titik beratkan di langkah – langkah pembuatan cerpen kali ini. Baik itu saat memulai mencari ide, tema dan proses – proses penyempurnaannya dan agar tidak keluar dari nilai esensi dari sebuah cerpen tentunya kita harus mengetahui apa itu cerpen

Cerita pendek atau yang biasa disebut dengan cerpen merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Dimana cerpen cenderung menggambarkan situasi yang singkat padat dan cepat langsung pada tujuannya,selain itu juga mengandalkan teknik – teknik sastra seperti tokoh,plot,tema,bahasa,dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan cerita panjang seperti novel. Munculnya novel yang realistis saat ini sangatlah banyak, ini membuat cerpen berkembang sebagai sebuah miniatur dari contoh cerita – cerita karya.

Berikut poin penting untuk memudahkan dalam membuat cerpen dan tentunya menghasilkan karya yang baik dan memiliki magnet untuk menarik peminat pembaca
 

Cara Membuat Cerpen


1. Perencanaan
Dalam perancanaan ini, merupakan proses dari mencari ide,memikirkan fokus dari tulisan Anda dan menuangkan apa yang akan anda inginkan dari para pembaca tulisan anda. Pada cerpen ini,anda harus menentukan tema,menampilkan tokoh antagonis maupun protagonis,masalah yang timbul,dan pemecahan. Di sini saya akan memberi cara mudahnya mendapatkan ide,agar anda tidak hanya menatap kertas kosong. Untuk memulainya,ambillah bahan dari cerita anda hari ini atau kemarin yang menarik,jika anda kurang tertarik dan tidak menemukan mood untuk menulis cerita anda. Cobalah mencari lirik lagu yang anda sukai dan anda mengerti yang terkandung dalam lirik lagu tersebut maka ide dan tema sudah anda dapatkan dengan mudah.

2. Pembentukan dan penataan
Di proses ini,anda mengembangkan ide yang sudah anda dapat. Jika lirik lagu sudah anda tentukan maka pilahlah bagian – bagian lirik lagu tersebut. Awal paragraf sebagai pembuka,fungsinya untuk mengenalkan setiap tokoh dan tema yang anda usung,ambil beberapa lirik lagu yang menjadi pembuka dan masukkan ke dalam awal paragraf,lalu lirik lagu yang sudah mulai timbul konflik masukkan di paragraf berikutnya. Dalam menulis, akan memiliki proses dan pola berpikir yang berbeda dari penulis lainnya, namun cara berpikir itu harus dituangkan dalam sebuah urutan logis yang dapat dimengerti pembaca

  • Urutan klimaktik (clicmatic order), mulai dari hal yang kurang penting dan dibangun sampai pada hal terpenting.
  • Urutan kronologis (chronological order), mengalir seturut rangkaian waktu.
  • Urutan spasial (spatial order), mengacu pada lokasi fisik.
  • Tentukan peran yang akan Anda mainkan dalam tulisan Anda dan kemudian atur bahan-bahan Anda secara efektif, namun dengan gaya yang orisinil.

3. Penulisan draf
Setelah ide-ide terkumpul dan membentuk gaya penyajian yang sesuai dan memiliki gaya orisinil dari diri anda,kembangkanlah lirik lagu tersebut di setiap bagian paragrafnya,awal paragraf menjadi pengenalan tokoh dan tema yang anda usung. Gambarkan secara luas pada paragraf ini agar pembaca mengenal siapa saja dan apa saja yang ada pada cerpen anda,namun persempit hal – hal yang nantinya akan anda jadikan sebuah konflik,ini dimaksudkan agar pembaca tidak bisa menebak alur cerita,masalah yang akan timbul apalagi pembaca sudah bisa menggambarkan secara garis besar inti cerita cerpen anda.  Dalam membuat kalimat,buatlah setiap kalimatnya yang sempurna yang mampu menyampaikan informasi kepada pembaca dalam bentuk pemikiran yang orisinal. Tujuan dari penyusunan draf adalah memberikan anda sebuah kebebasan untuk menentukan dan mengembangkan kata,biarkan semua itu mengalir saat pembuatan kalimat hingga menjadi paragraf. Bagian ini adalah sebuah langkah maju. Jangan menatap sebuah halaman kosong, karena penyusunan draf tidak harus sempurna, itulah mengapa mereka menyebutnya dengan istilah draf awal. Jangan hiraukan ejaan dan tata bahasa pada draf-draf awal dan biarkan kata-kata mengalir.

4.    Revisi
Salah satu bagian terpenting dalam menulis adalah revisi. Kembalilah dan evaluasi draf Anda. Tulis ulang draf Anda dengan menambahkan, memotong, mengganti, dan memindahkan tulisan-tulisan pada draf agar lebih jelas. Untuk merevisi secara efektif, evaluasilah apa yang telah Anda tulis. Putuskan di mana Anda harus menambah informasi atau menyisipkan kata-kata. Temukan tulisan-tulisan yang tidak berguna dan menyimpang atau mungkin anda ingin mengganti kata yang lebih mendalam untuk menguatkan makna dari ide pokok yang ingin anda sampaikan,tetapi kata yang anda gunakan jangan terlalu sulit atau terlalu dalam maknanya jika tulisan yang anda buat bukan sebuah puisi. Tetaplah fokus pada topik Anda dan ganti kata-kata lama dengan kata-kata baru, khususnya ketika Anda menemukan kata yang terus-menerus diulang. Pindahkan bahan-bahan Anda atau ubah urutan paragraf jika materi Anda tidak tersaji dalam urutan yang logis. Di cerpen ini jika dirasa terlalu panjang,ringkas lagi. Padatkan di setiap paragrafnya. Titik beratkan apa yang menjadi inti pada setiap paragrafnya.

5.    Menyunting
Yang sering kali dilewatkan penulis adalah proses menyunting ini. Para penulis cukup puas dengan langkah terakhir revisi, jadi mereka tidak meluangkan waktu ekstra untuk menyunting tulisan dan kebenaran teknis mekanisnya. Menyunting butuh waktu lebih dan lakuknlah secara perlahan dan jangan terlalu cepat, agar anda tidak melewatkan fakta bahwa pesan dalam tulisan anda tidak tersampaikan dengan efektif. Untuk benar-benar menyunting tulisan secara efektif, berpikirlah tulisan anda sudah terbentuk saat melakukan revisi,lalu mulailah melakukan aktifitas lain ini bisa disebut dengan pengendapan. Begitu terdapat waktu yang lebih,kembalilah pada tulisan anda,ini dimaksudkan saat anda memulai menyunting anda terbentuk sebagai pembaca bukan sebagai penulis. Di situlah anda akan terkejut melihat betapa banyak kesalahan yang terlewatkan oleh mata anda,karena pada proses ini anda akan memperhatikan tata bahasa, ejaan, tanda hubung, tanda koma, tanda titik koma, tanda baca, huruf kapital, huruf miring, nomor, dan singkatan atau dalam cerpen Anda,inti di setiap paragrafnya menjadi abstrak karena kata yang sangat tidak tepat berada pada sebuah kalimat yang anda buat.

6.    Baca akhir
Baca akhir ini adalah proses finishing setelah melewati beberapa filterisasi berupa revisi dan menyunting, dan proses ini berbeda dengan menyunting apalagi revisi. Proses ini untuk memastikan bahwa hasil akhir tulisan Anda akurat dan bersih. Kebanyakan program pengolah kata memiliki "spell checker", namun periksalah lagi bahwa Anda telah menngunakan kata yang benar.

Dari apa yang sudah paparkan ini,semoga anda memahami dan mulai mencoba,jika masih Anda mengalami kesulitan di setiap tahapan. Lebih baik Anda jangan tergesa – tegesa,jangan memulainya dari menulis.

Artikel Terkait