Friday, 29 December 2017

√ Contoh Paragraf Narasi & Karangan Narasi | Pengertian Narasi

Secara umum pengertian dari paragrasi narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang dirangkai menurut peristiwa secara berurutan. Paragraf narasi juga dapat diartikan sebagai suatu paragraf yang bertujuan agar pembaca seolah-olah mengalami peristiwa/kejadian yang dialami oleh penulis. Karangan narasi bisa dalam bentuk karangan fiksi maupun non fiksi. Untuk lebih memahami apa itu paragraf narasi, karangan narasi, ciri-ciri paragraf narasi, jenis-jenis paragraf narasi dan pengertiannya, pada artikel ini saya ulas semuanya secara singkat disertai juga dengan beberapa contoh karangan narasi singkat

Jenis Jenis Narasi & Pengertiannya

Narasi Ekspositorik (Narasi Informatif) adalah : narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data (fakta) yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini bersifat nonfiksi

Contoh Paragraf Narasi Ekspositoris (informaitif) bisa kita temukan di berbagai biografi tokoh dan riwayat perjalanan hidup seseorang

Narasi Sugestif (Narasi artistik) adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Jenis dari karangan narasi ini bersumber dari khayalan atau imajinasi penulis maka dari itu bersifat fiksi

Contoh paragraf narasi sugestif atau artistik bisa ditemukan diberbagai karya fiksi misalnya cerpen, dongeng, dan cerita-cerita bergambar (cergam)

Ciri Ciri Paragraf Narasi

1.  Narasi berisi kisah, cerita, peristiwa, kejadian
2.  Terdapat 3 unsur pokok urtama yaitu tokoh, waktu, dan peristiwa
3.  Narasi bisa bersifat fiksi dan nonfiksi
4. Tujuan utama dari paragraf atau karangan narasi adalah memberikan informasi, menciptkan kesan/pengalaman kepada pembaca



Contoh Paragraf Narasi

1. Contoh paragraf narasi ekspositoris
Pada 4 Juli 1927 Ir. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan tujuan indonesia merdeka namun pada tanggal 29 Desember 1929, Belanda memasukkan beliau ke penjara Sukamiskin di Bandung sampai pada pada tanggal 31 Desember 1931 Beliau dibebaskan yang kemudian beliau bergabung dengan Partindo namun untuk kedua kalinya ia ditangkap dan dibuang ke Ende, flores pada tahun 1933 kemudian dipindahkan ke bengkulu. Setelah melewati perjuangan panjang, bersama Bung Hata, Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945
2. Contoh paragraf narasi sugestif (artistik)
Hari Minggu ini begitu melelahkan bagiku. Jika pagi hari, banyak remaja yang menghabiskan untuk bersantai dan pergi jalan-jalan bersama temannya, tidak berlaku bagiku. Pukul 5 pagi, aku harus bangun dan membantu ibuku memasak untuk keluarga dan setelahnya aku harus menemani adik-adik bermain sampai lelah dan tidur

Contoh Karangan Narasi


Betapa kagetnya Aldi ketika jam dinding yang dilihatnya sudah menunjukkan pukul 06:30 pagi, tanpa sempat membereskan kamar tidur, Aldi langsung mengambil handuk dan bergegas menuju kamar mandi. Hanya kurang dari 15 menit ia sudah selesai mandi dan langsung mengenakan seragam sekolah dan mengambil beberapa buku pelajaran kemudian dimasukkan ke dalam tas jinjing favoritnya sambil terus menoleh ke jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul 07.05. Karena buru-buru Aldi pun tak sempat lagi untuk sarapan yang sudah disiapkan ibunya. Ia hanya menyempatkan untuk bersalaman dengan kedua orang tuanya dan setelah itu langsung menyalakan sepeda motor matic yang diberikan ayahnya sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 17.
Sampai di depan gerbang sekolah, tampak satpam sudah mulai menutup gerbang sekolah namun untung saja satpam tersebut melihat kedatangan Aldi dan mengizinkan Aldi untuk masuk. Aldipun masuk dan segera memarkirkan sepeda motornya dan berlari menuju ruang kelas Bahasa yang terletak paling pojok dan berdampingan dengan ruang aula
Tepat di depan pintu ruang kelas, langkah aldi terhenti dan tampak tangannya merapikan rambut dan seragamnya, setelah merasa cukup kemudian ia mengetuk pintu sembari mengucap salam dan dengan sedikit malu ia menganggukkan kepala sebagai pertanda meminta izin untuk duduk dan bergabung dengan siswa-siswi lainnya kepada Ibu Guru yang ternyata sudah terlebih dahulu memasuki kelas.
Untung saja Ibu guru yang bernama Khanza itu memang sangat mengenal aldi yang rajin dan pintar dan hanya dengan senyum Bu Guru mengizinkan aldi untuk duduk. Dengan perasaan lega aldi melangkahkan kaki menuju salah satu bangku yang masih kosong kemudian ia pun duduk dan mengeluarkan buku pelajaran bahasa jepang

Artikel Terkait